Senin, 03 November 2025

kunci zikir hauqolah

 

بسم الله الرحمان الرحيم

الحمدالله

اللهم صل على سيدنا محمد و على اله و سلم


Salah satu kalimat zikir nabawiyah yaitu, 

لا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم

Laa hawla wa laa quwwata illa billahil 'aliyyil 'azhiim

"Tiada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung"

adalah kalimat zikir yang mengungkapkan ketidak mampuan dan kepasrahan diri seorang hamba kepada Tuhannya.

Nabi SAW bersabda, “Maukah aku tunjukkan kepadamu sebuah kalimat yang berasal dari bawah ‘Arsy dari pusaka surga? Katakanlah olehmu:

 لا حول ولا قوة إلا بالله 

‘tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah’, 

niscaya Allah akan mengatakan, ‘HambaKu telah menyerahkan dirinya dan meminta perlindungan.”

(HR Al-Hakim dari Abu Hurairah r.a)

Maka saat berzikir dengan kalimat ini, pasrahkan hati dan diri kita hanya kepada Allah SWT apapun hasilnya itu adalah yang terbaik dari Allah. Pasrahkan diri kita kepada Allah seperti jenazah di tangan pemandi jenazah atau pasrahkan diri kita seperti sepotong kayu yang terapung di tengah lautan samudera, sama sekali tidak berdaya hanya bisa terombang ambing di tengah kekuasaanNya dan hanya bisa berharap kemurahanNya. Resapi kalimat zikir tersebut sampai hati menjadi lapang dan yakin bila Allah akan menyelesaikan dan melenyapkan segala masalah yang kita hadapi. Insya Allah, Allah SWT akan memberikan petunjuk dan kemudahan dalam menghadapi masalah yang sedang kita hadapi.

wallahu a'lam bis showab.

Senin, 06 Oktober 2025

sekelumit kisah pengalaman keberkahan kalimah hauqolah


بسم الله الرحمان الرحيم

الحمدالله

اللهم صل على سيدنا محمد و على اله و سلم

Sebelum saya bercerita tentang pengalaman saya terkait kalimat hauqalah yang agung ini, saya ingin memberikan pengenalan singkat tentang kalimat hauqalah ini.

Salah satu zikir kalimat thoyyibah adalah kalimat hauqalah,

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ

Lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil azhīmi

Artinya, “Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah yang maha tinggi lagi maha agung.”

Syekh Nawawi Al-Bantani menyebutkan sejumlah keutamaan lafal Lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil azhīmi. Ia mengutip hadits riwayat Ibnu Abid Dunya perihal orang yang melazimkan pembacaan lafal Lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil azhīmi.

ومن خواصها ما في فوائد الشرجي قال ابن أبي الدنيا بسنده إلى النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال من قال كل يوم لا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم مئة مرة لم يصبه فقر أبدا اهـ

Artinya, “Salah satu keistimewaan lafal hauqalah ini adalah apa yang disebutkan di dalam Fawaidus Syarji, yaitu hadits riwayat Ibnu Abid Dunya dengan sanad tersambung hingga Rasulullah SAW bahwa ia bersabda, ‘Siapa saja yang membaca Lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil azhīmi setiap hari sebanyak 100 kali, maka ia selamanya takkan ditimpa oleh kefakiran,’” (Lihat Syekh Nawawi Banten, Kasyifatus Saja)

Syekh Nawawi Banten juga mengutip hadits yang menjelaskan keutamaan lafal Lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil azhīmi. Menurutnya, hauqalah merupakan lafal yang baik dibaca ketika seseorang tengah dirundung kesulitan dan kebuntuan.

وروي في الخبر أيضا إذا نزل بالإنسان مهم وتلا لا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم ثلا ثمائة فرج الله عنه أي أقلها ذلك ذكره شيخنا يوسف في حاشيته على المعراج

Artinya, “Diriwayatkan di dalam hadits juga bahwa bila kebimbangan hinggap di hati seseorang lalu ia membaca Lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil azhīmi sebanyak 300 kali, niscaya Allah membukakan jalan keluar baginya, maksudnya Allah mengurangi beban kesulitannya. Hal ini disebutkan oleh guru kami, Syekh Yusuf dalam hasyiyah Mi’raj-nya,” (Lihat Syekh Nawawi Banten, Kasyifatus Saja)(1)

Makna hauqalah terdapat ragam penafsiran dari para ulama. Penafsiran tersebut disampaikan satu persatu oleh Syekh Abul ‘Ala al-Mubarakfuri (wafat 1353 H) dalam salah satu kitabnya Tuhfatul Ahwâdzi. Di antaranya sebagaimana penafsiran yang disampaikan oleh Imam Nawawi:

 قَالَ النَّوَوِيُّ هِيَ كَلِمَةُ اسْتِسْلَامٍ وَتَفْوِيْضٍ، وَأَنَّ الْعَبْدَ لَا يَمْلِكُ مِنْ أَمْرِهِ شَيْئًا، وَلَيْسَ لَهُ حِيْلَةٌ فِي دَفْعِ شَرٍّ وَلَا قُوَّةَ فِي جَلْبِ خَيْرٍ إِلَّا بِإِرَادَةِ اللهِ 

Artinya, “Imam an-Nawawi berkata: 'Kalimat hauqalah adalah kalimat yang penuh kepatuhan dan kepasrahan diri (kepada Allah), dan sungguh seorang hamba tidak memiliki urusannya sedikit pun, ia tidak memiliki daya untuk menolak keburukan dan tidak memiliki kekuatan untuk menarik kebaikan, kecuali dengan kehendak Allah swt'.” (Abul ‘Ala Muhammad ‘Abdurrahman bin ‘Abdurrahim al-Mubarakfuri, Tuhfatul Ahwâdzi bi Syarhi Jâmi’it Tirmidzi)

Masih dalam referensi yang sama, Syekh al-Mubarakfuri mengutip salah satu pendapat ulama, bahwa kalimat hauqalah memiliki makna tidak ada daya dalam menolak semua kejelekan dan tidak ada upaya untuk menarik kebaikan. Pendapat lain juga mengatakan, bahwa maknanya adalah tidak ada daya untuk menghindar dari bermaksiat kepada Allah dan tidak ada kekuatan untuk melakukan ketaatan kepada-Nya, kecuali atas pertolongan-Nya.(2)

Dari kalam para ulama di atas kita bisa memetik hikmah bahwa salah satu kalimat agung yang bisa kita amalkan untuk meminta pertolongan kepada Allah SWT adalah kalimat hauqalah.

Jadi ketika itu saya berniat ingin membelikan istri saya sebuah sepeda listrik sebagai sarana transportasi untuk aktifitas istri sebagai seorang ibu rumah tangga dengan berbagai kegiatannya seperti mengaji, antar-jemput anak sekolah/les, berbelanja dan lain-lain. Alasan saya memilih sepeda listrik karena selain harganya yang terjangkau, hemat biaya perawatan dan bahan bakar juga bisa digunakan secara legal oleh istri yang tidak memiliki SIM. Setelah melakukan riset kecil-kecilan akhirnya saya menetapkan pilihan sepeda listrik dengan merk dan tipe tertentu yang cukup memadai untuk segala kebutuhan istri. PR selanjutnya adalah menabung karena walaupun harganya lebih terjangkau dibandingkan harga sebuah motor, tapi saat itu saya tidak memiliki simpanan uang untuk membelinya tapi saya optimis dengan perkiraan sekitar 6 bulan menabung dengan jumlah nominal tertentu perbulannya saya bisa membeli sepeda listrik tersebut. Setelah 2 bulan menabung dengan sangat susah payah di bulan ke-3 ternyata pengeluaran sangat banyak melebihi biasanya sampai saya harus menggunakan uang yang sudah saya sisihkan 2 bulan sebelumnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saat itu di suatu siang saya sampai termenung memikirkannya, "Kok bisa ya penghasilan bulan ini habis sampai tak tersisa sampai saya harus menggunakan tabungan saya sebelumnya, jangankan membeli sepeda listrik untuk kebutuhan bulan ini saja saya tidak tahu bisa cukup atau tidak?". Akhirnya saya memutuskan untuk melakukan riyadhoh nanti malam, riyadhoh apa? entahlah nanti saya coba cari tahu. Sorenya saat sudah tiba di rumah saya browsing untuk menentukan akan riyadhoh apa nanti malam dan menemukan sebuah hadits tentang khasiat zikir hauqolah dan memutuskan untuk segera mengamalkannya. Setelah selesai mendirikan sholat ashar dan berzikir seperti biasa, saya berdoa meminta rezeki kepada Allah, hanya doa biasa dengan bahasa Indonesia tapi doa itu serasa keluar dari hati yang tulus setelah itu saya lanjutkan dengan berzikir hauqolah sebanyak 100 kali sambil saya hayati maknanya, setelahnya hati saya terasa tenang, saking tenangnya saya sampai membatalkan niatan saya untuk melakukan riyadhoh. Esok paginya keajaiban terjadi, saya diberi kabar kalau bonus saya selama 3 bulan sudah ditransfer, subhanallah walhamdulillah, dan jumlahnya lebih dari cukup untuk menutupi kebutuhan saya sampai akhir bulan dan membeli sepeda listrik. Alhamdulillah, akhirnya sepeda listrik itupun terbeli.

Pengalaman berikutnya kejadiannya tidak lama setelah pengalaman yang saya ceritakan sebelumnya. Istri saya mendaftarkan anak kedua saya disebuah sekolah swasta Islam yang termasuk favorit dan untuk mendaftarnya harus 1 tahun sebelumnya karena saking banyaknya peminatnya. Setelah melewati tes akademik dan tes psikologi anak saya dinyatakan lulus diterima di sekolah tersebut dan kami mendapatkan kabar dari pihak sekolah kalau uang pendaftarannya harus dibayar sebelum tanggal tertentu bila tidak anak saya bisa tergeser oleh peminat yang lain. Mendekati tanggal yang ditentukan tapi belum ada tanda-tanda saya mendapatkan uangnya. Saya membatin, "Ya Allah jadikan saya berharap hanya kepadaMu, saya malu untuk meminta kepada orang lain.". Setelah sholat ashar dan berzikir seperti biasa, saya membaca 3 kali doa rezeki yang pernah diajarkan Rasulullah SAW kepada sayyidina Ali bin Abi Tholib, yaitu,


اَللَّهُمَّ اكْفِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ


Allâhummakfinî bi halâlika ‘an harâmik, wa aghninî bi fadhlika ‘amman siwâk

Artinya, “Wahai Tuhanku, cukupilah diriku dengan jalan (harta) yang Kau halalkan, bukan jalan (harta) Kau haramkan; dan kayakanlah diriku dengan kemurahan-Mu, bukan kemurahan selain diri-Mu.”

dan disetiap akhir doa tersebut saya tambahkan lagi bacaan asmaul husna:

يا الله، يا رزاق، يا وه‍اب

Ya Allahu, Ya Razzaqu, Ya Wahhabu

Artinya, "Wahai (Tuhan) Allah, Wahai Maha Pemberi Rezeki, Wahai Maha Pemberi"

setelah membaca doa itu saya bertawassul dengan membaca kalimat,

Bi karomati la hawla wa la quwwata illabillahil 'aliyyil 'azhim

artinya, "Dengan kemuliaan (kalimat) la hawla wa la quwwata illabillahil 'aliyyil 'azhim"

kemudian dilanjutkan membaca kalimat hauqalah sebanyak 100 kali dengan memaknai artinya. Alhamdulillah wa syukrulillah, keajaiban terjadi lagi, setelah maghrib saya mendapatkan transferan uang yang cukup untuk membayar pendaftaran sekolah anak saya.

Alhamdulillah, saya menceritakan kisah dari pengalaman ini dalam rangka tahadduts bin ni'mah dan semoga kisah ini bisa menjadi pembelajaran dan motivasi bagi orang lain.

Wallahu a'lam bisshawab.






Selasa, 25 April 2023

Doa ismul 'azhom + sholawat + sapujagad

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ الْمَنَّانُ بَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ يَا حَىُّ يَا قَيُّومُ.

Allahumma inni as-aluka bi-anna lakal hamd, la ilaha illa antal-mannan badi’us samawati wal ardh, ya dzal jalali wal ikram, ya hayyu ya qayyum.

artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu bahwa sesungguhnya segala pujian hanya milik-Mu, tiada tuhan selain Engkau, Yang Banyak Memberi Karunia, Yang Menciptakan langit dan bumi, Wahai Dzat Pemilik Keagungan dan Kemuliaan, Wahai Yang Maha Hidup, Wahai Yang Maha Berdiri Sendiri.

(HR. Ahmad, Abu Daud dan an-Nasa'i)¹

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنِّي أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Allâhumma innî as’aluka bi annî asyhadu annaka antallâhu, lâ ilâha illâ antal ahadus shomad, alladzî lam yalid wa lam yûlad, wa lam yakullahû kufuwan ahad.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan kesaksianku bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada tuhan selain Engkau, Yang Maha Esa, Tempat Bergantung semua makhluk, Yang tiada beranak serta tiada diperanak dan tiada sesuatupun yang setara denganNya."

(HR. Ahmad, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)²

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ

Allahumma sholli ‘ala muhammad wa ‘ala ali muhammad.

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad."

(HR. An-Nasa'i).

اللَّهُمَّ/رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً ، وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً ، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Allahumma/Robbana atina fid dun-ya hasanah, wa fil akhiroti hasanah, wa qina ‘adzaban nar

Artinya: "Ya Allah/Tuhan kami, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari adzab Neraka"

(HR. Bukhari, Muslim dan QS. Al Baqoroh: 201)

--------------------------------------------------
1. Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu menceritakan, bahwa beliau pernah duduk bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sementara ada orang yang shalat kemudian orang ini membaca kalimat,

"Allahumma inni as-aluka bi-anna lakal hamd, la ilaha illa antal-mannan badii’us samawati wal ardh, ya dzal jalali wal ikram, ya hayyu yaa qayyum."

Mendengar itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَقَدْ دَعَا اللَّهَ بِاسْمِهِ الْعَظِيمِ الَّذِى إِذَا دُعِىَ بِهِ أَجَابَ وَإِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى

"Sungguh dia telah berdoa kepada Allah dengan nama-Nya yang paling agung, yang jika seseorang berdoa kepada-Nya dengan nama tersebut maka Allah akan mengabulkannya dan jika dia meminta kepada-Nya dengan nama tersebut maka Allah akan memenuhi permintaannya." 
(HR. Ahmad 12946, Abu Daud 1497, an-Nasa'i 1308)

2. Dinyatakan dalam hadis dari Buraidah bin Hashib Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendengar ada orang yang membaca kalimat
,

"Allâhumma innî as’aluka bi annî asyhadu annaka antallâhu, lâ ilâha illâ antal ahadus shomad, alladzî lam yalid wa lam yûlad, wa lam yakullahû kufuwan ahad."

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَقَدْ سَأَلَ اللَّهَ بِاسْمِهِ الأَعْظَمِ الَّذِى إِذَا دُعِىَ بِهِ أَجَابَ وَإِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى

"Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh orang ini telah meminta kepada Allah dengan nama Allah yang paling agung, dimana ketika seseorang berdoa dengan menyebut nama itu maka doanya akan di ijabah dan apabila dia meminta kepada Allah dengan menyebut nama itu maka dia akan diberi."
(HR. Ahmad 23654, Abu Daud 1495, at-Tirmidzi 3812)


Rabu, 05 April 2023

Doa rezeki pendek

Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur'an, surat Nuh ayat 10 - 12: 

"Maka aku (Nuh) berkata (kepada mereka), 'Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu."

maka dari ayat tersebut dapat kita ambil pelajaran yaitu eratnya hubungan antara istighfar dan rezeki. Salah satu doa yang bisa kita amalkan untuk meminta rezeki yang bersumber dari hadits Nabi SAW di antaranya adalah doa yang dibaca saat duduk di antara dua sujud saat sholat:

"Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii"

artinya: Ya Tuhan ampunilah aku, sayangilah aku, perbaikilah aku, tinggikanlah derajatku, berikanlah aku rezeki dan berikanlah aku petunjuk. (HR. Ahmad)

berdasarkan redaksi dari hadits tersebut kita bisa meringkas doa tersebut menjadi lebih pendek sehingga lebih mudah untuk di baca setiap saat, menjadi:

"Robbighfirlii warzuqnii"

artinya: Ya Tuhan ampunilah aku dan berikanlah aku rezeki.

note: saya dapat ilham untuk menambahkan kata "aamiin" di setiap akhir doa, sehingga di baca:
"Robbighfirlii warzuqnii aamiin"

Jumat, 31 Maret 2023

Sudut pandang spiritual sebagai seorang hamba terhadap zikir asmaul husna: Ya Allahu Ya Rozzaqu Ya Wahhab

Bismillahirrohmanirrohim. Alhamdulillahirobbil'alamin. Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa alihi wa shohbihi wa sallim.

Saat berzikir dengan nama-namaNya (asmaul husna), yang merupakan salah satu bentuk pujian bagi Tuhan Semesta Alam, yang Dia pilih bagi diriNya sendiri, maka dengan kita mengetahui makna dari namaNya dan kemudian menempatkan dalam pandangan spiritual yang pantas bagi kita sebagai makhlukNya maka kita akan bisa lebih merasakan nuansa spiritual, seperti khouf (rasa takut) dan roja' (harapan), dalam hati kita saat berzikir kepadaNya.

Salah satu bentuk bacaan zikir dengan asmaul husna adalah, "Ya Allahu, Ya Rozzaqu, Ya Wahhab" yang dimana dalam bacaan zikir tersebut kita memanggil beberapa namaNya, yaitu:

Allah: Adalah nama Tuhan yang paling utama, nama yang mencakup segalanya, yang dengan nama itu Dia ingin dikenal oleh makhlukNya melalui kabar yang telah disampaikan oleh para Nabi dan MalaikatNya.

Ar Rozzaq: Dzat Yang Maha Pemberi Rezeki.

Al Wahhab: Dzat Yang Maha Pemberi Karunia.

Saat kita memanggil "Ya Allah" maka kita mengakui bahwa kita hanyalah seorang makhluk yang bergantung sepenuhnya kepada Tuhan, kita hanyalah makhluk yang sangat lemah dan tak mampu berbuat apa apa selain apa yang dikehendaki oleh Tuhan dan segala harapan kita tertuju kepada Tuhan Pemilik Nama Tersebut.

Saat kita memanggil "Ya Rozzaq" kita mengakui bahwa pada hakikatnya Allah adalah satu-satunya yang mampu memberi rezeki kepada kita, bukan hasil dari usaha kita sendiri ataupun pemberian dari makhlukNya yang lain karena setiap makhlukNya pasti juga menerima rezeki dariNya. Tanpa rezeki dariNya maka kita tidak akan bisa hidup dan sadarilah bahwa kita sangatlah membutuhkan dan bergantung dengan rezeki dari Ar Rozzaq, Tuhan Yang Maha Pemberi Rezeki.

Saat kita memanggil "Ya Wahhab" kita mengakui bahwa semua yang ada pada diri kita adalah murni pemberian dariNya, dari sejak kita di ciptakan sampai sekarang hingga nanti. Kita sebagai makhluk tidak akan mampu untuk membalas pemberianNya dan kodrat kita sebagai makhlukNya hanyalah mampu meminta kepadaNya dan menerima apapun yang telah di anugerahkan kepada kita dari Al Wahhab, Tuhan Yang Maha Pemberi Karunia.

Semoga dengan menerapkan sudut pandang spiritual sebagai seorang hamba dan makhluk kita akan bisa lebih khusyuk ketika berzikir kepadaNya, karena kita adalah ciptaanNya, kita adalah Abdullah, Abdur Rozzaq dan Abdul Wahhab.

Sebagai tambahan, ada sedikit pengalaman saya tentang zikir asmaul husna ini. Saat itu masih di awal-awal tahun pernikahan kami, saya sempat tidak memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan anak pertama kami yang sudah habis seperti susu formula dan pampers. Padahal kami berdua sama-sama bekerja saat itu tapi entah kenapa penghasilan kami berdua cepat sekali habis. Istri sudah mengingatkan saya berkali-kali kalau susu dan pampers anak sudah habis, saya cuma bisa jawab, "iya" tapi sejujurnya saya juga bingung uang dari mana? Saat itu di hari Jum'at saya mencoba mengamalkan zikir asmaul husna ini sebanyak 1000 kali. Esoknya di hari sabtu saya menanti dengan harap-harap cemas tapi belum ada tanda-tanda saya mendapatkan rezeki dan istri saya lagi-lagi sudah menanyakan hal yang sama, malamnya saya berzikir lagi dengan asmaul husna ini. Hari Minggu juga sama, saya sudah pesimis tapi saya tidak punya harapan lain selain kepada Allah Ar Rozaq Al Wahhab jadi saya tetap berzikir dengan asma ini malamnya. Hari seninnya saat saya berkunjung ke rumah orang tua, kebetulan ada almarhumah nenek saya yang lagi berkunjung ke rumah orang tua saya dan beliau sudah menginap di sana sekitar seminggu, hari itu beliau ingin pulang ke kota asalnya di Yogyakarta dan saat pamitan beliau memberikan amplop untuk saya dan cincin emas untuk istri saya. Alhamdulillah, masya Allah, rezeki datang dari arah yang tidak disangka-sangka itu benar adanya, ketika saya cek isi amplopnya masya Allah ternyata nenek saya memberikan uang yang cukup banyak, yang sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan anak kami, terima kasih banyak mbah, alfatihah ila ruhi mbah Sujinah binti Karyorejo.

Sabtu, 17 September 2022

Rangkaian doa dari Al Qur'an

Al qur'an di turunkan sebagai sebaik-baik petunjuk dari Tuhan Semesta Alam. Di dalamnya banyak kisah dan doa-doa yang Allah telah tunjukkan kepada kita sebagai wasilah untuk meminta kepadaNya.

di antaranya adalah:

1. doa nabi Yunus AS:

Laa ilaaha illaa anta. Subhanaka inni kuntu minazzholimin. (QS: al anbiya ayat 87)

artinya: Tiada Tuhan selain Engkau. Maha suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang orang yang zalim.

2. doa nabi Musa As

Robbi inni zholamtu nafsii faghfirlii (QS: al qoshosh ayat 16)

artinya: Tuhanku, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri maka ampunilah aku.

3. doa nabi Musa As

Robbi inni limaa anzalta ilayya min khoirin faqiir. (QS: al qoshosh ayat 25)

artinya: Tuhanku, sesungguhnya aku sangat membutuhkan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.

Kamis, 09 Juni 2022

Tafsir ayat 1000 Dinar (Surah at-thalaq ayat 2-3)

 

Surah at-Thalaq ayat 2-3
 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yazid, telah menceritakan kepadaku Kahmas ibnul Hasan, telah menceritakan kepada kami Abus Salil, dari Abu Zar yang mengatakan bahwa,

Rasulullah Saw. membaca ayat ini, yaitu firman-Nya: "Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya." (Ath-Thalaq: 2-3), hingga akhir ayat. Kemudian beliau Saw. bersabda: "Hai Abu Zar, seandainya semua manusia mengamalkan ayat ini, niscaya mereka akan diberi kecukupan". Abu Zar melanjutkan, bahwa lalu Rasulullah Saw. membaca ayat ini berulang-ulang kepadanya hingga ia merasa mengantuk.

-----------------------------------------------------------------------

Dan ayat yang paling besar mengandung jalan keluar dalam Al-Qur'an adalah firman Allah Swt.: "Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar." (Ath-Thalaq: 2)

Di dalam kitab Musnad Imam Ahmad disebutkan bahwa telah menceritakan kepadaku Mahdi ibnu Ja'far, telah menceritakan kepada kami Al-Wa!id ibnu Muslim, dari Al-Hakam ibnu Mus'ab, dari Muhammad ibnu Ali ibnu Abdullah ibnu Abbas, dari ayahnya, dari kakeknya (yaitu Abdullah ibnu
Abbas) yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:

"Barang siapa yang memperbanyak bacaan istigfar, maka Allah akan mengadakan baginya dari setiap kesusahan pemecahannya dan dari setiap kesempitan jalan keluar dan Allah memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya."

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: "Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar." (Ath-Thalaq: 2) Bahwa Allah akan menyelamatkannya dari setiap kesusahan di dunia dan akhirat. "Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya." (Ath-Thalaq: 3)

Ar-Rabi' ibnu Khaisam telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: "niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar." (Ath-Thalaq: 2) Maksudnya, jalan keluar dari setiap perkara yang menyempitkannya, yakni menyusahkannya.

Ibnu Mas'ud dan Masruq mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: "Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar." (Ath-Thalaq: 2) Yakni dia mengetahui bahwa jika Allah menghendaki, niscaya memberi­nya; dan jika Allah tidak menghendaki, niscaya Dia mencegahnya. "dari arah yang tiada disangka-sangkanya." (Ath-Thalaq: 3) Maksudnya, dari arah yang tiada diketahuinya.

Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: "Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar." (Ath-Thalaq: 2) Yaitu dari semua kesulitan urusannya dan kesusahan di saat menjelang kematiannya. "Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya." (Ath-Thalaq:3) Yakni sesuai dengan apa yang dicita-citakannya, tetapi tidak terlintas dalam benaknya akan dapat diraih.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Waki', telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Abdullah ibnu Isa, dari Abdullah ibnu Abul Ja'd, dari Sauban yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: "Sesungguhnya seseorang hamba benar-benar tersumbat rezekinya disebabkan suatu dosa yang dilakukannya. Dan tiada yang dapat menolak takdir selain doa. Dan tiada yang dapat menambah usia selain dari kebaikan."

Imam Nasai dan Imam Ibnu Majah meriwayatkannya melalui hadis Sufyan As-Sauri dengan sanad yang sama.

Muhammad ibnu Ishaq mengatakan bahwa Malik Al-Asyja'i datang kepada Rasulullah Saw., lalu melaporkan kepada beliau bahwa salah seorang anaknya yang bernama Auf ditawan oleh musuh. Maka Rasulullah Saw. bersabda kepadanya:

"Sampaikanlah kepadanya, bahwa sesungguhnya Rasulullah menganjurkan kepadamu untuk memperbanyak ucapan, 

  لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

(Laa hawla walaa quwwata illaa billaah)

'Tiada daya (untuk menghindar dari kemaksiatan) dan tiada kekuatan (untuk mengerjakan ibadah) kecuali dengan (pertolongan) Allah.”

Tersebutlah bahwa kaum musyrik telah mengikat anak Malik itu pada sebuah tiang, lalu tiang itu roboh dan ia dapat melepaskan diri dari ikatannya. Maka ia keluar melarikan diri. Tiba-tiba ia menjumpai seekor unta milik mereka, maka ia langsung menaikinya dan memacunya. Ketika di tengah jalan ia menjumpai sekumpulan ternak yang banyak jumlahnya milik kaum yang telah menawannya dan yang telah mengikatnya. Lalu ia menggiring ternak unta itu hingga semua ternak unta lari mengikutinya tanpa ada seekor unta pun yang tertinggal.

Tiada yang mengejutkan kedua orang tuanya kecuali seruan anaknya di depan pintu rumah mereka. Maka ayahnya berkata, "Dia Auf, demi Tuhan yang memiliki Ka'bah." Dan ibunya berkata, "Waduh, hebatnya si Auf, padahal dia telah diikat pada tiang oleh musuhnya." Lalu keduanya berebutan menuju ke pintu rumah dan juga pelayan keduanya, tiba-tiba mereka melihat Auf telah tiba dengan membawa ternak unta yang memenuhi halaman rumah mereka. Kemudian Auf menceritakan kepada kedua orang tuanya nasib yang dialaminya dan perihal ternak unta yang dibawanya itu. Maka ayahnya berkata, "Tahanlah sikapmu berdua, aku akan menghadap terlebih dahulu kepada Rasulullah Saw. untuk menanyakan apa yang harus kita lakukan dengan ternak unta ini." Ayahnya datang menghadap kepada Rasulullah Saw., lalu menceritakan kepadanya berita tentang Auf anaknya dan ternak unta yang dibawanya. Maka Rasulullah Saw. bersabda: Berbuatlah sesuka hatimu dengan ternak unta itu, ternak unta itu sekarang telah menjadi milikmu. Lalu turunlah firman Allah Swt. yang mengatakan: "Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya." (Ath-Thalaq: 2-3)

Firman Allah Swt.:
"Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (Ath-Thalaq: 3)

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yunus, telah menceritakan kepada kami Lais, telah menceritakan kepada kami Qais ibnu Hajjaj, dari Hanasy As-San'ani, dari Abdullah ibnu Abbas yang telah menceritakan kepadanya bahwa di suatu hari ia pernah dibonceng di belakang Rasulullah Saw., lalu Rasulullah Saw. bersabda kepadanya: "Hai para pemuda, sesungguhnya aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat (yaitu), peliharalah (batasan-batasan) Allah, niscaya Dia akan memeliharamu. Ingatlah selalu Allah, niscaya engkau akan menjumpai-Nya di hadapanmu. Dan apabila kamu memohon, mohonlah kepada Allah; dan apabila kamu meminta tolong, maka minta tolonglah kepada Allah. Dan ketahuilah bahwa umat ini seandainya bersatu untuk memberimu manfaat, mereka tidak dapat memberimu manfaat kecuali dengan sesuatu yang telah ditetapkan Allah untukmu. Dan seandainya mereka bersatu untuk menimpakan mudarat terhadap dirimu, niscaya mereka tidak dapat menimpakan mudarat terhadapmu kecuali dengan sesuatu yang telah ditetapkan Allah akan menimpa dirimu. Qalam telah diangkat dan semua lembaran telah kering (takdir telah ditetapkan)."
Imam Turmuzi meriwayatkan hadis ini melalui Lais ibnu Sa'd dan Ibnu Lahi'ah dengan sanad yang sama, dan Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan sahih.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Waki', telah menceritakan kepada kami Basyir ibnu Sulaiman, dari Sayyar Abul Hakam, dari Tariq ibnu Syihab, dari Abdullah ibnu Mas'ud yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda: "Barang siapa yang mempunyai suatu keperluan, lalu ia menyerahkannya kepada manusia, maka dapat dipastikan bahwa keperluannya itu tidak dimudahkan baginya. Dan barang siapa yang menyerahkan keperluannya kepada Allah Swt., maka Allah akan mendatangkan kepadanya rezeki yang segera atau memberinya kematian yang ditangguhkan (usia yang diperpanjang)."
Kemudian Imam Ahmad meriwayatkannya dari Abdur Razzaq, dari Sufyan, dari Basyir, dari Sayyar alias Abu Hamzah. Selanjutnya Imam Ahmad mengatakan bahwa sanad inilah yang benar, karena Sayyar Abul Hakam belum pernah meriwayatkan hadis dari Tariq. 

Firman Allah Swt.:
"Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya." (Ath-Thalaq: 3)
Yakni melaksanakan ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum-Nya terhadap makhluk-Nya menurut apa yang dikehendaki dan yang diinginkan-Nya.

Firman Allah Swt.:
"Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (Ath-Thalaq: 3)
Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:
"Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya." (Ar-Ra'd: 8)

------------------------------------------------------------------------

Istighfar 70x/100x

hawqolah 100x

ayat seribu dinar