Minggu, 17 Maret 2019

Astaghfirullah...

Astaghfirullaah...
Astaghfirullaah...
Astaghfirullaah...

Ampuni aku Ya Allah atas lalainya hati ini dari mengingatMu...

Ampuni aku Ya Allah atas segala kesalahan yang kuperbuat saat beribadah kepadaMu...

Ampuni aku Ya Allah atas kebodohan dan kemalasanku...

Ampuni aku Ya Allah karena telah sombong merasa diri ini hebat...

Ampuni aku Ya Allah karena merasa diri ini tidak pernah berdosa kepadaMu...

Ampuni aku Ya Allah karena tidak bisa mengingat dosa-dosa yang pernah kuperbuat kepadaMu...

Ampuni aku Ya Allah atas segala perbuatan burukku terhadap makhluk-makhlukMu...

Ampuni aku Ya Allah atas segala lintasan pikiran burukku...

Ampuni aku Ya Allah karena tidak bersyukur atas limpahan nikmatMu...

Ampuni aku Ya Allah karena selalu mengeluh terhadap keputusan dan kehendakMu...

Ampuni aku Ya Allah karena tidak bisa merenungi keAgunganMu...

Ampuni aku Ya Allah dari kerasnya hati ini akibat banyaknya dosa...

Ampuni aku Ya Allah karena kalah oleh hawa nafsuku...

Ampuni aku Ya Allah karena kecenderunganku terhadap maksiat...

Ampuni aku Ya Allah atas segala maksiat yang pernah kuperbuat...

Ampuni aku Ya Allah atas segala perbuatanku yang bisa mendatangkan kemurkaanMu..

Ampuni aku Ya Allah karena telah menzholimi diriku sendiri dengan dosa-dosa...

Ampuni aku Ya Allah karena tidak bisa menjalankan segala perintahMu...

Ampuni aku Ya Allah karena selalu melanggar laranganMu...



Rabu, 16 Januari 2019

Amalan sholawat untuk keluasan rezeki

Begitu banyak fadilah dari sholawat kepada Nabi Muhammad SAW sehingga amalan ini termasuk yang dianjurkan untuk di perbanyak oleh para ulama.
Beberapa diantara fadilah dari sholawat adalah untuk mendatangkan hajat dan meluaskan rezeki bagi pengamalnya. 
Banyak para ulama salaf yang mengabadikan kisah-kisah tentang keajaiban sholawat dalam kitab-kitab mereka agar ummat generasi selanjutnya dapat memetik hikmah dari kisah-kisah tersebut sekaligus untuk memberikan motivasi agar memperbanyak sholawat kepada nabi Muhammad SAW.
Beberapa ulama abad ini yang pernah mengisahkan pengalaman mereka tentang sholawat dan menganjurkan amalan sholawat untuk keluasan rezeki antara lain,
KH Mahrus Ali, Lirboyo
KH Bisri Musthofa, Rembang
KH Masduki Machfudz, Mergosono
Alhabib Saggaf bin Mahdi, Parung Bogor
KH Abdul Ghofur, Lamongan
Alhabib Novel Alaydrus, Solo
Ustadz Yusuf Mansur, Jakarta.
Dan banyak lagi yang penulis tidak bisa sebutkan satu persatu.

Berikut adalah salah satu tata cara pengamalan sholawat untuk keluasan rezeki oleh Alhabib Saggaf bin Mahdi, Parung Bogor.

Yaitu dengan membaca sholawat berikut,

"Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala ali sayyidina Muhammad"

Dimana sholawat tersebut dibaca sebanyak 400 kali setelah sholat isya. Mengamalkannya tidak harus sambil duduk tapi bisa di amalkan sambil beraktifitas.

Dimana beliau (habib Saggaf bin Mahdi) mendapatkan ijazah amalan sholawat ini dari salah satu guru beliau, seorang ulama yang telah mencapai tahap makrifat, di Aljazair. Menurut guru beliau siapa yang mengamalkan amalan ini seolah-olah seperti mempunyai pohon uang di depan rumahnya. 

Wallahu a'lam bis showab

Minggu, 13 Januari 2019

Zikir tasbih untuk ketenangan hati



Orang-orang yang beriman, hati mereka menjadi tenang dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang 
(Qs. Ar-Ra’du: 28)

Salah satu kalimat zikir yang dicintai oleh Allah adalah kalimat tasbih.
Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Ada empat ucapan yang paling disukai oleh Allah. Subhanallah (Maha Suci Allah), Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah), La ilaha illallah (Tiada Tuhan selain Allah) dan Allahu akbar (Allah Maha Besar). Tidak masalah bagimu dengan yang mana saja kamu mulai." (HR Muslim)

Kalimat tasbih juga termasuk dalam al-Baqiyatus Sholihah (amal kebaikan yang kekal)

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebaikan yang kekal (al-Baqiyatus Sholihah) lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” 
(Qs. Al-Kahfi: 46)

“Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Amal kebaikan yang kekal (al-Baqiyatus Sholihah) itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhan-mu dan lebih baik kesudahannya.”
(Qs. Maryam: 76)

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu berkata, 
"Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda, 
'al-Baqiyatus Sholihah adalah La ilaha illallah (Tiada Tuhan selain Allah)Subhanallah (Maha Suci Allah)Allahu akbar (Allah Maha Besar)Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah) dan La hawla wala quwwata illabillah (Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah)." (Hadits ini ditakhrij oleh Imam an-Nasa'i. Imam Ibnu Hibban dan Al-Hakim telah menshohihkannya)

Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Ambillah perisai kalian (untuk melindungi) dari api neraka. Ucapkanlah, Subhanallah (Maha Suci Allah), Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah), La ilaha illallah (Tiada Tuhan selain Allah) dan Allahu akbar (Allah Maha Besar) karena kalimat-kalimat ini akan datang pada hari kiamat sebagai perisai dari arah depan dan dari arah belakang. Kalimat-kalimat ini adalah al-Baqiyatus Sholihah." (HR Hakim dan an-Nasa'i)

Abdur Razzaq mengatakan, "Telah menceritakan kepada kami Ma’mar ibnu Rasyid, dari Yahya ibnu Abu Kasir, dari Abu Salamah ibnu Abdur Rahman, dari Abu Darda yang mengatakan, 'Bahwa pada suatu hari Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam duduk, lalu memungut sebatang kayu yang telah kering dan membuang dedaunannya, beliau kemudian bersabda, 'Sesungguhnya ucapan, La ilaha illallah (Tiada Tuhan selain Allah), Allahu akbar (Allah Maha Besar), Subhanallah (Maha Suci Allah) dan Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah) dapat menggugurkan dosa-dosa sebagaimana angin menggugurkan dedaunan pohon (yang telah kering) ini. Wahai Abu Darda, ambillah olehmu sebelum kamu dihalang-halangi untuk dapat mengucapkan­nya. Kalimat-kalimat ini merupakan al-Baqiyatus Sholihah dan ia merupakan perbendaharaan surga." (HR Ibnu Majah)

Kalimat tasbih termasuk sedekah.
Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda,
“Setiap kalimat tasbih (Subhanallah) adalah sedekah, takbir (Allahu akbar) adalah sedekah, tahmid (Alhamdulillah) adalah sedekah, tahlil (La ilaha illallah) adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah kepada kemunkaran adalah sedekah dan berhubungan suami istri yang halal di antara kalian adalah sedekah.” (HR Muslim)

Makna yang terkandung dalam kalimat tasbih, Subhanallah (Maha Suci Allah), adalah Allah itu suci dari segala kekurangan (sifat-sifat yang tidak layak bagiNya) dan dari segala sesuatu yang buruk yang ditujukan kepadaNya. Termasuk prasangka buruk kita sebagai makhluk ciptaanNya kepada Dia, Allah, Tuhan Pencipta alam semesta. Seperti, menganggap bahwa Allah telah berbuat tidak adil terhadap dia, Allah telah menyempitkan dirinya, Allah tidak menjawab doa-doanya, Allah tidak memberinya jalan keluar dan lain sebagainya. Maha Suci Allah dari segala perkataan dan persangkaan yang buruk. Saat kita berada di tengah situasi yang tidak menyenangkan, maka bertasbihlah dan hilangkan segala prasangka buruk kita kepada Allah. Sesungguhnya apapun yang terjadi maka itu adalah ketentuan dari Allah dan Allah tidak menghendaki selain kebaikan untuk kita. Dengan berprasangka baik kepada Allah berarti kita ridho dengan ketentuan Allah.

Berzikir dengan kalimat tasbih sambil menghayati makna yang terkandung di dalamnya akan memberikan pengaruh yang positif seperti ketenangan, kesejukan dan kelapangan di hati. Hati yang tenang membuat emosi menjadi stabil, pikiran menjadi jernih dan tubuh terasa ringan.

Penulis merasakan fadilah dari kalimat tasbih ini sangat mujarab untuk menenangkan hati dan meredakan emosi yang bergejolak. Kalimat tasbih ini juga sangat pendek sehingga ringan untuk di amalkan dalam kegiatan sehari-hari. Semoga Allah melembutkan hati kita dan memberi kekuatan untuk istiqomah dalam berzikir kepadaNya. Amin.

Wallahu a'lam bis showab.



Senin, 31 Desember 2018

Pengalaman dengan ayat kursi


Ada keajaiban yang kita rasakan saat doa atau keinginan kita terkabul sebab dengan perantaraan amalan-amalan yang dicintai oleh Allah SWT, seperti membaca surat atau ayat suci al-qur'an, berzikir dengan kalimat thoyyibah, istighfar, asmaul husna, membaca sholawat nabi, doa-doa, mendirikan sholat sunnah, puasa sunnah, bersedekah dan lain-lain.
Penulis mempunyai beberapa pengalaman "keajaiban" disebabkan beberapa amalan-amalan yang penulis sebutkan di atas. Tapi akan penulis ceritakan pengalaman yang baru saja penulis alami yaitu dengan ayat kursi. Pada tanggal 31 desember 2018, penulis pergi sholat magrib di sebuah mesjid yang agak jauh, kurang lebih sekitar 1 km dari kediaman penulis. Saat sedang menunaikan sholat magrib tiba-tiba hujan turun dengan begitu lebatnya disertai angin kencang, yang biasanya hujan seperti itu akan awet sampai semalaman. Ada beberapa ke khawatiran yang penulis pikirkan, pertama bagaimana caranya saya pulang ke rumah? Yang kedua adalah bagimana nasib sepatu saya, yang saya taruh di depan mesjid, memang ada atap beranda mesjid yang menaungi sepatu saya tapi dengan atap yang lebarnya hanya sekitar 1 m dan hujan angin yang begitu deras bisa dipastikan akan basah kuyup. Selesai sholat saya wirid seperti biasanya. Jama'ah lain pun mulai menyibukkan diri dengan wirid dan zikir sambil menunggu hujan. Selesai wirid sehabis sholat dan sholat sunnah, saya pun menyibukkan diri menunggu waktu isya dengan zikir. Saat itu saya memilih untuk mengamalkan amalan ayat kursi, yang pernah di ijazahkan oleh teman saya, yang dia dapat dari seorang habib, yaitu membaca ayat kursi sebanyak 7 x dan pada hitungan yang ketujuh mengulang-ulang beberapa kalimat yang terakhirnya sebanyak 49 x. Saat sedang membaca ayat kursi saya sempat minta di dalam hati kepada Allah agar setelah isya nanti hujannya sudah reda sehingga saya bisa pulang dan agar sepatu saya yang di luar tidak kebasahan. Saya juga sempat berpikir nanti pas pulang pengen nikmatin kopi dirumah sambil ditemani hujan, jadi hujannya berhenti sebentar saja sampai saya tiba di rumah, ya Allah. Begitu lintasan-lintasan pikiran saya saat sedang mengamalkan ayat kursi. Selesai wirid ayat kursi saya lanjutkan lagi dengan membaca sholawat nabi karena waktu isya masih lama datangnya. Setelah membaca sholawat sebanyak 500 x ternyata masih sisa 10 menit lagi sebelum adzan isya, maka saya keluar sebentar ingin merokok di teras mesjid sambil melihat keadaan sepatu saya di luar. Saat di depan pintu saya lihat genangan air sampai ke lantai teras mesjid dan sandal-sandal jama'ah mesjid yang basah kena air hujan, saya sudah pasrah kalau sepatu saya juga basah. Saat saya cek sepatu saya, ternyata masih kering, subhanallah, padahal sandal jama'ah yang lain basah. Selesai merokok saya wudhu dan lanjut sholat sunnah qobliyah isya lalu sholat isya berjama'ah. Saat sholat isya hujan sudah mulai agak reda dan saat saya selesai sholat isya hujan sudah benar-benar reda, saya luangkan waktu sejenak untuk wirid dan sholat sunnah, karena tampaknya hujan sudah benar-benar berhenti jadi tak perlu terburu-buru. Pulang dari mesjidpun saya sempat mampir ke warung untuk beli kopi sachet. Sampai di rumah dan selesai saya menyeduh kopi, tiba-tiba hujan lagi, Allahu akbar. Tampaknya hujannya pun awet sampai pagi atau dini hari. Artikel ini pun saya tulis sambil menikmati kopi dan dinginnya hujan. Sungguh sesuatu hal yang ajaib yang saya alami dengan perantaraan ayat kursi. Alhamdulillah.

Pekalongan, 31 Desember 2018

Senin, 17 Desember 2018

Sholawat Nabi sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT


Nabi Muhammad SAW adalah hamba, kekasih dan utusan Allah SWT. Agar mendapat cinta dari Allah SWT salah satunya adalah dengan mencintai Rasulullah SAW selaku hambaNya yg paling dicintaiNya. Salah satu cara mencintai Rasulullah adalah dengan memperbanyak sholawat kepada beliau SAW. Maka sholawat nabi adalah salah satu sarana pendekatan diri kita kepada Allah SWT. Karena Rasulullah SAW adalah kekasih Allah SWT maka setiap doa atau sholawat yang kita berikan kepada Rasulullah maka pasti Allah ijabah. Sebab itulah para ulama menganjurkan agar memperbanyak sholawat nabi karena setiap sholawat pasti di ijabah dan di ganjar dengan ganjaran yang menakjubkan. Bahkan Rasulullah SAW sampai bersujud sangat lama saat mengetahui balasan yang sangat besar bagi umatnya yang bersholawat kepadanya, ganjaran dari Allah, Tuhan Yang Maha Pemurah. Kenapa Rasulullah sampai bersujud demikian lama? Karena kecintaan beliau terhadap umatnya dan karena beliau SAW sangat menginginkan keselamatan bagi umatnya, dengan ganjaran yg demikian besar dari Allah SWT bagi umatnya yang bersholawat kepadanya, maka Rasulullah sangat bersyukur karena memperbesar kemungkinan selamat bagi umatnya yang bersholawat kepadanya. Begitu juga kenapa Allah sampai membalas 10 kali lipat sholawat orang-orang yang bersholawat kepada beliau SAW? Karena kecintaan Allah terhadap hamba dan makhlukNya yang terpilih yaitu Muhammad SAW, maka siapapun orang yang berbuat kebaikan terhadap kekasihNya, maka Allah sangat berterima kasih terhadap orang tersebut dengan memberikan ganjaran yang luar biasa.
Sholawat adalah tawasul kepada Nabi SAW, Nabi pun mendoakan hal yang sama kepada kita yang bersholawat kepada beliau SAW. Sholawat juga yang menyebabkan doa-doa kita dapat menembus hijab-hijab yang menghalangi doa. Begitu banyak kesitimewaan dari sholawat kepada nabi Muhammad SAW. Maka mulailah menabung sholawat dari sekarang.

Senin, 24 September 2018

Istighfar, kunci segala masalah.

Istighfar, selain untuk meminta ampunan atas dosa-dosa kita kepada Allah, juga terkenal akan fadilah-fadilah lainnya seperti melancarkan rezeki, melepaskan kesulitan, dll.
Dimana fadilah-fadilah dari istighfar itu tertuang dalam kitab suci al Qur'an, hadits-hadits Nabi saw dan tulisan-tulisan para ulama.

Saat kita sedang dirundung masalah dan membutuhkan jalan keluar. Maka solusinya adalah dengan beristighfar seperti yang disebutkan dalam firmanNya melalui kitab suci al Qur'an dan melalui lisan Nabi kita yang mulia. Karena bisa jadi penyebab dari segala masalah dan kegagalan kita adalah karena dosa-dosa kita. Maka memohon ampunlah kepadaNya, agar kita dibelas kasihani atas keadaan kita. Seperti kisah nabi Yunus as yang berdoa ketika dalam perut ikan. 
Pasrahkan segalanya kepada Allah. Pasrahlah seperti jenazah yang sedang dimandikan, tidak punya daya dan kuasa apa-apa di tangan pemandi jenazah. Begitupun dengan kita yang tidak punya daya dan kuasa apapun atas masalah-masalah yang kita hadapi hanya Allah Yang Maha Mampu memberikan jalan keluar dari setiap masalah. Sadarilah betapa lemahnya kita saat setitik cobaan dari yang Maha Kuasa menghancurkan segala ego kesombongan kita. Saat setetes ujian dariNya membuat kita sadar betapa butuhnya kita akan pertolongan dan ampunanNya. Saat itulah seorang hamba sadar akan posisinya dihadapan Tuhannya.
Saat hati kita sudah meresapi kalimat istighfar yang kita baca, insya Allah, pertolongan dan ampunan Allah Yang Maha Pengampun akan tiba. 

Wallahu a'lam bis showab.

Minggu, 03 Juni 2018

Beberapa Sholawat Pendek



Sholawat adalah bentuk jamak dari kata sholat, yang berarti doa. Pada umumnya, untuk negara Indonesia dan negara - negara sekitarnya, istilah "sholawat" bermakna mendoakan dan menyanjung nabi Muhammad SAW.

Sholawat untuk nabi Muhammad SAW adalah salah satu bentuk ibadah kepada Allah SWT yang diperintahkan dalam firmanNya.

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." 
(QS Al-Ahzab: 56)


Sholawat untuk nabi Muhammad SAW adalah salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan oleh para ulama untuk diperbanyak karena keutamaannya. Beberapa keutamaannya adalah,

Rasulullah SAW bersabda,
Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim dan Abu Dawud)

Rasulullah SAW bersabda,
"Barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali, dihapus darinya sepuluh kesalahan dan diangkat baginya sepuluh derajat.”  (HR. an-Nasa'i)

Rasulullah SAW bersabda,
"Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan menulis baginya sepuluh kebaikan." (HR. Ahmad)

Syaikh Ibnu ‘Athaillah As-Sakandari berkata,
"Sesungguhnya jika engkau mengerjakan semua ketaatan sepanjang masa usiamu, kemudian Allah bershalawat (memberikan rahmat) kepadamu dengan satu kali shalawat, maka satu shalawat dari Allah itu akan lebih berat dibandingkan setiap ketaatan yang engkau kerjakan di sepanjang usiamu, karena sesungguhnya engkau bershalawat menurut kadar kekuatanmu, sedangkan Allah bershalawat (memberikan rahmat) kepadamu menurut kadar Ketuhanan dan Kedermawanan-Nya."


Rasulullah SAW bersabda,
"Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu shalawat, maka para malaikat akan bershalawat kepadanya selama dia bershalawat kepadaku. Maka seorang hamba (sebaiknya) berbuat itu (baik) sedikit ataupun banyak." (HR. Ahmad)

Rasulullah SAW bersabda,
"Orang yang paling dekat denganku di hari kiamat nanti adalah orang yang paling banyak bershalawat kepadaku” (HR. Tirmidzi)

Rasulullah Saw bersabda,
”Bershalawatlah kalian kepadaku, karena shalawat kalian kepadaku menjadi zakat (pembersih dosa) bagi kalian.” (HR. Ibn Mardawaih)

Rasulullah Saw bersabda,
”Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku, karena sesungguhnya shalawat kalian akan memberikan ampunan bagi dosa-dosa kalian dan carilah wasilah dan derajat di sisiku. Sesungguhnya wasilah di sisi Tuhanku adalah syafaat bagi kalian.” (HR. Hasan bin Ali r.a)

Rasulullah SAW bersabda,
Sesungguhnya doa itu diam antara langit dan bumi, tidak naik ke atas hingga engkau bershalawat pada Nabimu (HR. Tirmidzi)

Dan banyak lagi keutamaannya yang terdapat dalam hadits - hadits Nabi SAW maupun keterangan - keterangan dari para ulama ahlus sunnah wal jama'ah.

"Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam."   
(QS Al-Anbiya': 107)

Sholawat untuk nabi Muhammad SAW ada banyak macamnya dan yang paling utama menurut pendapat mayoritas para ulama ahlus sunnah wal jama'ah adalah sholawat Ibrahimiyyah, yang biasa dibaca saat tasyahhud terakhir dalam ibadah sholat.

Beberapa redaksi sholawat yang singkat dan ringan untuk diamalkan, adalah sebagai berikut,

Allahumma sholli `ala Muhammadin wa` ala ali Muhammad (HR an Nasa'i)

Allahumma sholli `ala Muhammadin wa ali Muhammad  (kitab Shawa'iq Al Muhriqah oleh Ibnu Hajar al Haitami)

Allahumma sholli `ala Muhammadin wa` ala alihi wa sallim (kitab Afdholush Sholawat 'ala Sayyidis Sadat oleh Syaikh Yusuf Isma'il an Nabhani)

Allahumma sholli `ala Muhammadin wa alih (kitab Shawa'iq Al Muhriqah oleh Ibnu Hajar al Haitami, kitab Fathul Mu'in oleh Syaikh Zainuddin al Malibari, kitab Kasyifatus Saja oleh Syaikh Nawawi al Bantani)

Allahumma sholli 'ala Muhammadin 'abdika wa nabiyyika wa rosulikan nabiyyil ummiy
(Kitab Ihya 'Ulumuddin oleh Imam al Ghozali)

Allahumma sholli 'ala Muhammadinin nabiyyil ummiy
(Kitab Fadhlus Sholah 'alan Nabi oleh Imam Isma'il bin Ishaq al Qadhi, kitab Irsyadul 'Ibad Ila Sabilirrosyad oleh Syaikh Zainuddin al Malibari)

Allahumma sholli 'ala Muhammad
(Kitab Fathul Qorib oleh Syaikh Muhammad bin Qosim Al Ghozzi; kitab Sullamut Taufiq oleh Sayyid Abdullah bin Husain bin Thohir ba'alawi)

Shollallahu 'ala Muhammad (kitab Afdholush Sholawat 'ala Sayyidis Sadat oleh Syaikh Yusuf Isma'il an Nabhani)